adsense1

PENERAPAN METODE KEPRAMUKAAN DAN DAMPAKNYA PADA PERKEMBANGAN JIWA PRAMUKA SIAGA

I.     PENDAHULUAN
1.   Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui :
a.     pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
b.     belajar sambil melakukan;
c.      sistem beregu;
d. kegiatan di alam terbuka yang mengandung pendidikan dan sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda;
e.     kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan;
f.      sistem tanda kecakapan;
g.     sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
h.     kiasan dasar.

2.   Pembina pramuka dalam menerapkan metode atas pelaksanaan kegiatan kepramukaan tidak akan dapat secara murni menggunakan salah satu metode saja , tetapi metode tersebut akan terkait dengan metode-metode kepramukaan yang lainnya, karena metode kepramukaan itu merupakan suatu sistem yang kait-mengait dan saling mendukung antar sesama metode yang ada.
      Contoh penggunaan metode kepramukaan dalam kegiatan Upacara Pembukaan Latihan Pramuka Siaga :
a.   Persiapan menjelang pelaksanaan upacara, dilakukan dengan cara:
1)   Pemeriksaan kebersihan dan kesehatan,
Pemimpin Barung bersama Yanda/Bunda dan Pak Cik/Bu Cik mengumpulkan dan mengatur teman-teman mereka masing-masing dan membentuk formasi barisan satu saf.
Metode yang digunakan :
a) Sistem beregu
b) Sistem satuan terpisah
c)  Sistem Among
2)   Pemeriksaan kebersihan dan kesehatan dilakukan sambil bernyanyi dengan menjulurkan kedua tangannya ke depan.
      Metode yang digunakan :
      a) Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
      b) Sistem Among
3)   Pembina memberikan penilaian dan memberikan penghargaan pada Barung yang terapi dan terbersih untuk bertindak sebagai petugas upacara.
      Metode yang digunakan :
      a) Belajar sambil melakukan
      b) Sistem tanda kecakapan
      c)  Sistemberegu
      d) Sistem Among

b.   Pelaksanaan Upacara
      Acara pokok :
Penghormatan        kepada Bendera   Merah     Putih,          mengheningkan cipta, pembacaan   Dwi    Darma, dan do'a.
      Metode yang digunakan :
1)   Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
2)   Belajar sambil melakukan
3)   Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri
4)   Sistem tanda kecakapan
5)   Sistem beregu
6)   Sistem Among

c.   Pembina mengadakan dialog dengan para pramuka Siaga peserta upacara, tentang apa yang dirasakan pada diri peserta upacara ketika :
1)   Bendera Merah Putih masuk lingkaran upacara dan dihormati
2)   Mengapa Dwi Darma diucapkan pada saat upacara
3)   Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Metode yang digunakan :
1)   Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
2)   Belajar sambil melakukan
3)   Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri
4)   Sistem Among
5)   Kegiatan di alam terbuka

Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan "upacara pembukaan latihan" sebagaimana tersebut di atas, pembina pramuka menggunakan semua metode kepramukaan yang ada dan saling mengait satu dengan lainnya.

II.   MATERI POKOK
1.   Kegiatan dengan menggunakan metode kepramukaan yang tepat, pastilah merupakan kegiatan yang menarik, menantang dan menyenangkan bagi peserta didik karena dalam semua proses kegiatan peserta didik dilibatkan secara langsung; dan selanjutnya bagi para pembina pramuka yang bergiat bersama mereka menempatkan diri sebagai mitra didik, hal tersebut akan merupakan media pendidikan yang dapat mengembangkan ketahanan mental/spiritual/morak, fisik, inetelektual, emosional, dan sosial pada diri peserta didik yang terlibat dalam kegiatan kepramukaan tersebut.
2.   Penerapan metode kepramukaan pada kegiatan pramuka Siaga, pada prinsipnya sama saja dengan penerapan pada kegiatan pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega, yang berbeda diantaranya adalah hanya dalam pelaksanaannya.
      Pramuka Siaga yang dalam perkembangan jiwanya masih sangat tergantung pada orang  tua mereka, serta cenderung untuk meniru apa yang dilakukan oleh orang tua mereka, sehingga oleh karena itulah pembina pramuka siaga diberikan sebutan sebagai Yanda/Bunda dan Pak Cik/Bu Cik yang akan bersikap laku sebagai orang tua mereka yang dengan penuh rasa kasih sayang mengasuh mereka dan sekaligus sebagai figur yang akan menjadi panutan oleh para pramuka siaga.
3.   Dalam suatu kegiatan kepramukaan, seorang pramuka adalah obyek dan sekaligus sebagai subyek pendidikan yang dengan bimbingan, bantuan, dan dukungan pembinanya merencanakan, memrogramkan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan yang sesuai dengan perkembangan jiwa dan golongan usia pramuka (S,G,T,D) masing-masing.
      Keterlibatan Yanda/Bunda, Pak Cik/Bu Cik dalam memberikan bimbingan, bantuan dan dukungan pada proses sebagaimana tersebut di atas nampak sangat dominan dalam memberikan contoh teladan.
4.   Dampak penggunaan metode kepramukaan pada perkembangan jiwa pramuka siaga, diantaranya :
a.   percaya diri
b.   berani berinisiatif dan berbuat
c.   mulai mengenal hidup bermasyarakat dengan teman sebaya mereka
d.   meningkatkan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa
e.   tertanam kepeduliannya pada lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara.
f.    timbul kecenderungan untuk selalu bergiata
g.   kreatif
h.   rajin.

III.  PENUTUP
1.  Sikap laku pembina pramuka siaga dalam menyelenggarakan kegiatan kepramukaan bersama peserta didik asuhannya dengan menggunakan metode kepramukaan yang melibatkan langsung peserta didik untuk aktif dalam proses penyusunan perencanaan, pemrograman, pelaksanaan dan penilaian kegiatan akan memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan jiwa peserta didik serta terjadinya proses peningkatan ketahanan mental/spiritual/moral, fisik, intelektual, emosional, dan sosial pada peserta didik.
2.   Pembina pramuka siaga (Yanda/Bunda, Pak Cik/Bu Cik) hendaknya selalu berusaha untuk dapat memerankan diri sebagai orang tua peserta didik yang penuh rasa kasih sayang dan perhatian atas perkembangan peserta didik asuhannya.
3.   Pembina pramuka siaga hendaknya dengan "sistem among" nya yang tentu saja lebih menonjolkan pada "ing ngarso sung tulodho" tidak meninggalkan sama sekali "ing madyo mangun karso" dan "tut wuri handayani".

KEPUSTAKAAN
1.    AD & ART GERAKAN PRAMUKA,2009
2.    Gunarsa, Prof.Dr. Singgih D, DASAR DAN TEORI PERKEMBANGAN ANAK, PT. BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1997.
3.    Munandar, Prof.Dr.S.C. Utami, Bunga Rampai ANAK-ANAK BERBAKAT PEMBINAAN DNA PENDIDIKANNYA, CV. Rajawali, Jakarta, 1982.


Post a Comment

adsense3

Sobat Scout Moslem's

Jaka Fadrika (Scout_Moslem). Powered by Blogger.